๐ TOPINDIATOURS Eksklusif gadget: Ekspansi Besar PayPal Berambisi Menjadi Bank di
Jakarta, Gizmologi – PayPal tengah bersiap mengambil langkah besar yang berpotensi mengubah posisinya di industri keuangan Amerika Serikat. Perusahaan pembayaran digital ini mengajukan izin untuk mendirikan PayPal Bank, sebuah entitas perbankan berbasis di Utah dengan status industrial loan company. Jika disetujui, mereka tidak lagi sekadar menjadi perantara transaksi, tetapi ikut bermain langsung sebagai bank.
Langkah ini mencerminkan ambisi PayPal untuk memperluas kendali atas ekosistem finansialnya sendiri. Selama ini, PayPal bergantung pada mitra perbankan untuk berbagai layanan inti, mulai dari penyimpanan dana hingga pemrosesan tertentu. Dengan memiliki bank sendiri, perusahaan berpeluang meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menekan ketergantungan pada pihak ketiga.
Namun, transformasi dari perusahaan teknologi finansial menjadi bank bukan tanpa risiko. Regulasi perbankan di AS terkenal ketat, sementara kepercayaan publik terhadap institusi keuangan sangat bergantung pada stabilitas dan transparansi. Di titik ini, mereka sedang dituntut membuktikan bahwa ekspansi ini bukan hanya soal skala bisnis, tetapi juga kesiapan menghadapi tanggung jawab yang lebih besar.
Baca Juga: NTT DATA Rancang Pusat Keamanan Siber dengan Sokongan Agentic AI
Ambisi PayPal Memperkuat Layanan Keuangan
PayPal menyebut pendirian bank akan memperkuat dukungan terhadap usaha kecil di AS. Perusahaan berencana menawarkan pinjaman bisnis, rekening tabungan berbunga, serta keanggotaan jaringan kartu secara langsung. Secara teori, pendekatan ini memungkinkan layanan yang lebih terintegrasi dan cepat.
Sejak 2013, mereka mengklaim telah menyalurkan lebih dari 30 miliar dolar AS dalam bentuk pinjaman dan modal kerja ke ratusan ribu bisnis. Dengan bank sendiri, proses penyaluran dana dinilai bisa lebih efisien. Meski demikian, klaim efisiensi ini masih perlu dibuktikan dalam praktik, terutama ketika skala operasional meningkat dan regulasi ikut mengetat.
Tantangan Regulasi dan Kepercayaan Pengguna
Jika disetujui, simpanan nasabah akan dilindungi oleh FDIC, sebuah poin penting untuk membangun kepercayaan. Perlindungan ini menempatkan PayPal setara dengan bank tradisional dalam hal keamanan dana, setidaknya di atas kertas.
Di sisi lain, masuknya PayPal ke ranah perbankan bisa memunculkan kekhawatiran soal konsentrasi data dan kekuatan pasar. Mereka memang sudah menguasai data transaksi digital dalam jumlah besar. Dengan status bank, pengawasan terhadap pengelolaan data dan risiko sistemik menjadi semakin krusial. Persetujuan regulator mungkin hanya langkah awal, sementara ujian sesungguhnya ada pada eksekusi dan tata kelola jangka panjang.
Artikel berjudul Ekspansi Besar PayPal Berambisi Menjadi Bank di AS, Sedang Berupaya Dapatkan Izin yang ditulis oleh Christopher Louis pertama kali tampil di Gizmologi.id
๐ Sumber: www.gizmologi.com
๐ TOPINDIATOURS Hot gadget: Sucker Punch Masuk Era Baru di Bawah Kepemimpinan Jaso
Jakarta, Gizmologi – Brian Fleming akhirnya memutuskan untuk menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan studio kepada generasi baru. Sosok yang ikut melahirkan beberapa game ikonik seperti Sly Cooper, inFAMOUS, hingga Ghost of Tsushima ini menilai waktunya sudah tepat untuk membuka babak baru dalam perjalanan studio internal PlayStation tersebut.
Pergantian kepemimpinan ini bukan keputusan mendadak. Selama satu tahun terakhir, Fleming bekerja sama dengan PlayStation Studios untuk memastikan transisi berjalan mulus dan fondasi studio tetap kuat. Langkah ini mencerminkan upaya PlayStation menjaga stabilitas salah satu studio andalannya, terutama di tengah ekspektasi tinggi terhadap game eksklusif generasi saat ini.
Baca Juga: Daftar Pemenang The Game Awards 2025
Jason Connell dan Adrian Bentley Ambil Alih Kendali
Mulai 1 Januari, posisi kepala studio Sucker Punch akan diisi oleh Jason Connell dan Adrian Bentley. Keduanya bukan nama baru. Connell dikenal sebagai Co Creative Director seri Ghost, berperan besar dalam membangun gaya visual sinematik dan pendekatan cerita yang lebih emosional.
Sementara itu, Bentley datang dari sisi teknis. Sebagai Technical Director, ia memimpin pengembangan sistem dan teknologi yang menopang dunia terbuka Sucker Punch. Kombinasi kreatif dan teknis ini terlihat ideal di atas kertas, meski tantangan sebenarnya adalah menjaga keseimbangan antara ambisi artistik dan keterbatasan produksi.
Masa Depan Sucker Punch di Era PlayStation Modern
Nate Fox tetap bertahan sebagai Co Creative Director, yang bisa menjadi penyeimbang penting agar arah kreatif studio tidak berubah terlalu drastis. Keberlanjutan ini memberi sinyal bahwa PlayStation ingin menjaga DNA Sucker Punch tetap utuh, setidaknya dalam waktu dekat.
Meski begitu, tekanan ke depan tidak ringan. Standar game PlayStation kini semakin tinggi, sementara siklus pengembangan makin panjang dan mahal. Di bawah kepemimpinan baru, Sucker Punch dituntut tidak hanya mempertahankan reputasi, tetapi juga berani berinovasi tanpa kehilangan identitas. Apakah transisi ini akan membawa angin segar atau justru tantangan baru, jawabannya baru akan terlihat lewat proyek berikutnya.
Artikel berjudul Sucker Punch Masuk Era Baru di Bawah Kepemimpinan Jason Connell dan Adrian Bentley yang ditulis oleh Christopher Louis pertama kali tampil di Gizmologi.id
๐ Sumber: www.gizmologi.com
๐ค Catatan TOPINDIATOURS
Artikel ini adalah rangkuman otomatis dari beberapa sumber terpercaya. Kami pilih topik yang sedang tren agar kamu selalu update tanpa ketinggalan.
โ Update berikutnya dalam 30 menit โ tema random menanti!