📌 TOPINDIATOURS Hot gadget: OpenAI dan NVIDIA Jalin Kemitraan Strategis Senilai $1
Jakarta, Gizmologi – kabar mengejutkan bahwa terjalinnya kemitraan strategis antara OpenAI dan NVIDIA resmi dilakukan. Kedua perusahaan raksasa ini menandatangani letter of intent untuk membangun infrastruktur komputasi berskala masif, dengan target kapasitas mencapai 10 gigawatt sistem NVIDIA. Infrastruktur tersebut akan digunakan untuk melatih dan menjalankan model generasi berikutnya, termasuk ambisi besar menuju pengembangan superintelligence.
Kesepakatan ini mencakup rencana investasi hingga $100 miliar dari NVIDIA ke OpenAI dan sudah diumumkan lewat laman resmi NVIDIA sendiri, yang akan difokuskan pada penyediaan pusat data dan kapasitas energi. Fase pertama dijadwalkan aktif pada paruh kedua tahun 2026, menggunakan platform NVIDIA Vera Rubin. Bagi industri AI, langkah ini menandai era baru di mana kebutuhan komputasi semakin menjadi fondasi utama inovasi.
Namun, kabar ini juga memunculkan beragam pandangan. Di satu sisi, kemitraan ini dianggap langkah visioner untuk mempercepat terwujudnya teknologi yang lebih cerdas. Di sisi lain, skala investasi yang sangat besar serta ambisi membangun superintelligence menimbulkan kekhawatiran, mulai dari aspek regulasi, distribusi manfaat, hingga potensi risiko etis.
Baca Juga: NVIDIA Hentikan Sementara Penjualan RTX 5090 dan RTX 5080 Founders Edition
Rencana Besar Menuju Era Superintelligence
Dalam pernyataannya, CEO NVIDIA Jensen Huang menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan kelanjutan dari perjalanan panjang kedua perusahaan. Menurutnya, loncatan komputasi sebesar 10 gigawatt akan menjadi pondasi bagi “era kecerdasan berikutnya.” Hal senada diungkapkan CEO OpenAI Sam Altman, yang menyebut bahwa segala sesuatu berawal dari komputasi, dan infrastruktur baru ini akan mendukung ekonomi masa depan berbasis AI.
Greg Brockman, Presiden OpenAI, menambahkan bahwa pihaknya telah memanfaatkan platform NVIDIA sejak awal berdirinya. Dengan proyek ini, ia yakin manfaat AI dapat semakin meluas, bukan hanya untuk individu tetapi juga bisnis di seluruh dunia. OpenAI sendiri kini sudah melayani lebih dari 700 juta pengguna aktif mingguan, menunjukkan tingkat adopsi yang masif dalam waktu singkat.
Meski begitu, pengumuman ini bukan sekadar soal infrastruktur. Kerja sama ini juga mencakup penyelarasan roadmap produk: OpenAI berfokus pada pengembangan model AI, sementara NVIDIA memperkuat sisi perangkat keras dan perangkat lunak. Dengan kolaborasi erat ini, keduanya berharap dapat menciptakan ekosistem AI yang lebih efisien dan terintegrasi.
Apakah ada Tantangan?
Bagi sebagian pihak, kemitraan ini bisa menjadi dorongan besar bagi inovasi global. Microsoft, Oracle, hingga SoftBank yang sudah lebih dulu bermitra dengan OpenAI dan NVIDIA diyakini akan turut merasakan dampaknya. Tak sedikit analis yang melihat langkah ini sebagai upaya meneguhkan dominasi di pasar AI yang semakin kompetitif.
Namun, kritik juga mulai bermunculan. Skala investasi yang sangat besar menimbulkan pertanyaan soal keberlanjutan energi, terutama dengan target penggunaan daya hingga 10 gigawatt. Aktivis lingkungan dan sebagian akademisi mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur semacam ini harus disertai strategi energi hijau yang jelas agar tidak menimbulkan beban ekologis baru.
Selain itu, ambisi menciptakan superintelligence juga bukan tanpa kontroversi. Isu keamanan, bias algoritma, hingga potensi penyalahgunaan menjadi sorotan. Pengamat menilai, kolaborasi sebesar ini harus disertai transparansi dan regulasi yang ketat agar manfaatnya tidak hanya dinikmati oleh segelintir pihak, melainkan benar-benar meluas ke masyarakat global.
Artikel berjudul OpenAI dan NVIDIA Jalin Kemitraan Strategis Senilai $100 Miliar untuk Infrastruktur AI yang ditulis oleh Christopher Louis pertama kali tampil di Gizmologi.id
🔗 Sumber: www.gizmologi.com
📌 TOPINDIATOURS Hot gadget: Pre-order Lenovo Legion Go 2 Tertunda, Komunitas Gamin
Jakarta, Gizmologi – Lenovo kembali menjadi sorotan usai merilis perangkat gaming handheld terbarunya, Legion Go 2. Produk ini digadang-gadang sebagai penerus dari seri sebelumnya dengan sejumlah peningkatan, khususnya karena membawa Windows penuh yang memungkinkan pengalaman gaming lebih fleksibel. Namun, peluncuran awal justru diwarnai masalah yang cukup serius: keterlambatan pengiriman unit pre-order di berbagai wilayah.
Sejak dibuka pada awal September, pre-order Legion Go 2 langsung menarik perhatian banyak gamer. Tidak mengherankan, mengingat tren gaming handheld belakangan semakin ramai dengan hadirnya pesaing seperti Steam Deck, ASUS ROG Ally, hingga MSI Claw. Lenovo tampaknya ingin memanfaatkan momentum ini, namun ekspektasi pasar yang tinggi ternyata tidak sepenuhnya diantisipasi dengan baik.
Sejumlah laporan dari pengguna di forum online, khususnya Reddit, menyebutkan bahwa pengiriman perangkat yang seharusnya dilakukan awal Oktober kini tertunda hingga pertengahan November. Bahkan, beberapa pesanan dibatalkan sepihak oleh Lenovo dengan alasan keterbatasan stok. Kondisi ini memicu kekecewaan, mengingat banyak gamer sudah menunggu lama untuk mencoba perangkat tersebut.
Baca Juga: Hands On iPhone 17 Pro Max: Desain Segar & Peningkatan Kamera
Lonjakan Permintaan dan Stok yang Terbatas
Dalam pernyataannya, Lenovo mengakui adanya kelangkaan stok untuk Legion Go 2. Pre-order yang awalnya dibuka di toko resmi maupun mitra ritel di Amerika Serikat dan Eropa kini ditutup sementara. Perusahaan menegaskan bahwa pasokan tambahan baru akan tersedia setelah periode penundaan, meski tidak memberikan kepastian tanggal yang jelas.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar soal kesiapan Lenovo menghadapi hype pasar. Banyak yang menilai peluncuran ini kurang terkelola dengan baik. Beberapa pembeli bahkan menyebut langkah pembatalan sepihak sebagai sinyal bahwa Lenovo tidak memperkirakan lonjakan minat yang begitu besar. Sebagian lainnya mencoba lebih realistis, menyebut bahwa masalah rantai pasok global masih menjadi faktor utama.
Bagi konsumen, penundaan ini cukup mengganggu, terlebih mereka yang sudah melakukan pembayaran sejak jauh hari. Kekecewaan pun tak bisa dihindari. Beberapa memilih membatalkan pesanan dan beralih ke produk lain, sementara sebagian lainnya memilih menunggu meski dengan ketidakpastian yang ada.
Respon Komunitas dan Implikasi Pasar
Di sisi lain, masalah ini justru membuka peluang bagi pesaing. MSI Claw A8, yang menggunakan prosesor AMD Ryzen Z2 Extreme serupa dengan Legion Go 2, disebut-sebut menjadi alternatif utama. Banyak calon pembeli yang kecewa pada Lenovo memutuskan mengalihkan pilihan mereka ke perangkat lain, meski harus mengorbankan beberapa fitur eksklusif yang ditawarkan Legion Go 2.
Komunitas gaming handheld juga terbagi dalam menanggapi situasi ini. Ada yang menyayangkan keputusan Lenovo menutup pre-order tanpa solusi yang jelas, namun ada pula yang memilih untuk tetap bersabar. Beberapa berpendapat bahwa penundaan lima hingga sepuluh minggu masih dapat ditoleransi, selama kualitas produk sesuai ekspektasi.
Bagi Lenovo sendiri, keterlambatan ini tentu menjadi ujian besar. Persaingan di segmen gaming handheld semakin ketat, dan pengalaman buruk pada awal peluncuran bisa berpengaruh pada reputasi jangka panjang. Jika tidak segera dibenahi, bukan tidak mungkin momentum Legion Go 2 akan tergerus oleh kompetitor yang lebih siap menghadapi permintaan pasar.
Artikel berjudul Pre-order Lenovo Legion Go 2 Tertunda, Komunitas Gaming Kecewa yang ditulis oleh Christopher Louis pertama kali tampil di Gizmologi.id
🔗 Sumber: www.gizmologi.com
🤖 Catatan TOPINDIATOURS
Artikel ini adalah rangkuman otomatis dari beberapa sumber terpercaya. Kami pilih topik yang sedang tren agar kamu selalu update tanpa ketinggalan.
✅ Update berikutnya dalam 30 menit — tema random menanti!