📌 TOPINDIATOURS Breaking gadget: Xiaomi 15T Series Bawa Kemampuan Zoom Lebih Jauh
Jakarta, Gizmologi – Setiap tahunnya, Xiaomi mencoba untuk berikan opsi smartphone lebih terjangkau dari flagship, namun tetap membawa kualitas kamera kolaborasi bersama Leica untuk pengalaman foto dan video kelas atas. Kembali tersedia dalam dua varian, Xiaomi 15T Series hadir sebagai smartphone menengah ke atas yang pas untuk peminat fotografi mobile.
Terdiri dari Xiaomi 15T dan 15T Pro, Xiaomi sempurnakan beberapa aspek baik dari segi spesifikasi hingga desain. Tetap memberikan sentuhan eksklusif Leica, diberikan opsi filter khusus hingga tone warna juga dibuat spesial. Dan untuk Xiaomi 15T Pro, hadir dengan chipset terbaik dari MediaTek generasi sebelumnya, yang menawarkan performa dan efisiensi daya lebih maksimal.
Baca juga: Xiaomi Robot Vacuum S40 Pro Resmi Hadir di Indonesia, Bawa Daya Hisap 15.000Pa
Sensor Periskop Disematkan ke Xiaomi 15T Pro
Jadi opsi yang lebih premium, Xiaomi 15T Pro hadir dalam desain sedikit berbeda—terutama desain modul kamera belakang yang punya keempat sudut dibuat sedikit lebih tumpul. Peletakkan sensor masih serupa, lengkap dengan logo Leica khusus. Dan salah satu di antaranya berbentuk persegi panjang, mengindikasikan hadirnya sensor zoom berjenis periskop untuk kemampuan pembesaran obyek lebih besar.
Selain membawa sensor utama 50MP OIS setara Xiaomi 15, kamera Xiaomi 15T Pro kali ini diperkuat oleh sensor telefoto periskop 50MP OIS yang membawa 5x optical zoom (115mm), menggunakan sensor Samsung JN5. Sementara sensor ketiga, adalah 13MP ultra-wide angle tanpa autofokus.
Dengan zoom lebih jauh, Xiaomi juga hadirkan pengoptimalan AI untuk zoom dalam pembesaran lebih dari 10x, agar obyek terlihat lebih jelas, meski bagus/tidaknya perlu dibuktikan lebih jauh. Sementara pada aspek perekaman video, 15T Pro mendukung perekaman video 4K 60fps pada sensor telefoto, dan hingga 4K 120fps sampai 8K 30fps khusus dari sensor utamanya. Lengkap dengan video format LOG.
Melengkapi pengalaman kamera kelas flagship, 15T Pro mengusung cip Dimensity 9400+ dari MediaTek, dengan baterai 5,500 mAh yang mendukung fast charging 90W (& 50W wireless charging). Layar Xiaomi 15T Pro juga dibuat sedikit lebih besar, mencapai 6,83 inci, gunakan panel AMOLED dalam refresh rate maksimum sampai 144Hz. Dan tentunya sudah menjalankan HyperOS 2 terbaru.
Punya Fitur Komunikasi Antar Perangkat Secara Offline
Selain Xiaomi 15T Pro, juga tentu tersedia versi standar dengan spesifikasi kamera lebih sederhana. Selain kamera, chipset yang digunakan adalah seri MediaTek Dimensity 8400-Ultra, dengan layar yang punya refresh rate “sebatas” 120Hz. Kapasitas baterai Xiaomi 15T tetap berkapasitas 5500 mAh, namun dukungan fast charging disesuaikan menjadi 67W.
Kesamaan antara keduanya ada pada setup speaker stereo dengan dukungan Dolby Atmos, sertifikasi IP68 yang membuat keduanya aman masuk ke dalam permukaan air bersih hingga kedalaman 3 meter, sampai sebuah fitur baru untuk berkomunikasi antar smartphone secara offline dalam jarak hingga 1,3 kilometer. Untuk aspek kamera, gunakan sensor utama 50MP Light Fusion 800 OIS, telefoto 50MP 2x optical zoom, dan 12MP ultra-wide.
Karena dirilis untuk pasar global, harga Xiaomi 15T Series yang ditampilkan tergolong mahal, dengan kurs Euro. Di mana Xiaomi 15T dibanderol mulai EUR649 (Rp12 jutaan), sementara varian Pro mulai EUR799 (Rp15,6 jutaan). Kita nantikan kehadiran resmi 15T Series pada 30 September mendatang, alias tidak lama lagi.
Artikel berjudul Xiaomi 15T Series Bawa Kemampuan Zoom Lebih Jauh & Performa Lebih Kencang, Resmi di Indonesia 30 September yang ditulis oleh Prasetyo Herfianto pertama kali tampil di Gizmologi.id
đź”— Sumber: www.gizmologi.com
📌 TOPINDIATOURS Breaking gadget: Google Hadirkan Gemini ke Google TV, Gantikan Goo
Jakarta, Gizmologi – Google resmi mengumumkan bahwa Gemini, model AI terbaru mereka, akan hadir di platform Google TV. Kehadiran Gemini ini menandai berakhirnya peran Google Assistant di perangkat televisi pintar, digantikan dengan fitur-fitur AI yang lebih canggih dan interaktif.
Dengan integrasi ini, pengguna Google TV tidak hanya bisa memberikan perintah suara biasa, tetapi juga berinteraksi lebih jauh dengan TV mereka. Mulai dari mendapatkan rekomendasi tontonan instan, ringkasan serial yang sedang tayang, hingga bantuan aktivitas sehari-hari seperti merencanakan perjalanan atau belajar memasak. Google menyebut, kemampuan Gemini lebih adaptif dalam memahami kebutuhan pengguna dibanding pendahulunya.
Langkah ini menunjukkan arah baru Google dalam mendorong AI ke berbagai lini produk, namun di sisi lain muncul pertanyaan seputar privasi, kebutuhan koneksi internet yang stabil, serta aksesibilitas fitur di berbagai wilayah. Sejauh ini, Gemini baru tersedia di seri TCL QM9K, dan baru akan meluas ke lebih banyak perangkat sepanjang tahun 2025.
Baca Juga: HUAWEI WATCH GT 6 Diluncurkan Global, Smartwatch dengan Desain Baru dan Kaya Fitur
Fitur Baru Gemini di Google TV
Berbeda dengan Google Assistant yang lebih banyak berfokus pada perintah sederhana, Gemini di Google TV dirancang untuk menghadirkan pengalaman interaktif yang lebih personal. Misalnya, pengguna bisa menanyakan “film dengan cerita tentang persahabatan di era 80-an” tanpa perlu tahu judulnya, dan sistem akan memberikan hasil pencarian yang relevan.
Selain itu, Gemini juga bisa memberikan ulasan film, meringkas musim sebelumnya dari serial populer, hingga menyarankan konten YouTube untuk mendukung aktivitas tertentu. Contohnya, ketika pengguna ingin belajar gitar, Gemini akan langsung menampilkan video tutorial yang relevan, lengkap dengan langkah demi langkah. Hal ini menjadikan televisi bukan hanya perangkat hiburan, tetapi juga asisten belajar interaktif di rumah.
Cara memanggil Gemini pun tidak jauh berbeda dari Google Assistant. Pengguna cukup mengucapkan “Hey Google” atau menekan tombol mikrofon di remote TV. Google berharap transisi ini berjalan mulus karena secara teknis pengalaman pengguna tidak banyak berubah, meskipun fitur-fitur barunya jauh lebih luas.
Tantangan dan Prospek ke Depan
Meski terdengar menjanjikan, pengenalan Gemini di Google TV juga membawa sejumlah tantangan. Salah satunya terkait ketersediaan. Saat ini, hanya pengguna TCL QM9K yang bisa menjajal fitur ini. Google berjanji memperluas dukungan ke perangkat lain seperti Google TV Streamer, jajaran TV Hisense U7, U8, UX 2025, Walmart onn. 4K Pro, serta seri TCL QM7K, QM8K, dan X11K pada akhir tahun depan. Bagi konsumen, hal ini berarti harus menunggu jika perangkat mereka belum tercakup.
Selain itu, isu privasi dan penggunaan data kembali menjadi sorotan. Karena Gemini mengandalkan interaksi berbasis AI yang lebih kompleks, tentu ada pertanyaan soal sejauh mana data pengguna direkam dan diolah untuk meningkatkan layanan. Google menekankan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga keamanan data, namun skeptisisme di kalangan konsumen tetap ada, terutama setelah banyak kasus kebocoran data di industri teknologi.
Di sisi lain, langkah ini mempertegas ambisi Google untuk mengintegrasikan AI ke dalam ekosistem hiburan rumah. Jika sukses, Gemini bisa membuka jalan bagi pengalaman menonton yang lebih cerdas dan personal, sekaligus memperluas daya tarik Google TV di tengah persaingan dengan platform lain. Namun, apakah pengguna benar-benar merasa terbantu atau justru terbebani dengan kompleksitas fitur baru ini, masih harus dibuktikan dalam waktu dekat.
Artikel berjudul Google Hadirkan Gemini ke Google TV, Gantikan Google Assistant yang ditulis oleh Christopher Louis pertama kali tampil di Gizmologi.id
đź”— Sumber: www.gizmologi.com
🤖 Catatan TOPINDIATOURS
Artikel ini adalah rangkuman otomatis dari beberapa sumber terpercaya. Kami pilih topik yang sedang tren agar kamu selalu update tanpa ketinggalan.
✅ Update berikutnya dalam 30 menit — tema random menanti!