π TOPINDIATOURS Breaking gadget: Karya Kreatif Indonesia Tampil di Panggung Esport
Jakarta, Gizmologi – Garena Free Fire Indonesia baru saja mengumumkan kerja sama dengan sejumlah talenta kreatif Tanah Air untuk menghadirkan warna lokal ke dalam panggung global. Langkah ini sejalan dengan tren industri game yang kian membuka ruang bagi kolaborasi lintas bidang, mulai dari musik, seni visual, hingga budaya tradisional.
Dalam proyek terbarunya, Garena menggandeng Weird Genius dari musik, Tahilalats dan Muklay dari seni grafis, serta Guru Batik dari ranah seni budaya. Keempat nama besar ini akan berkontribusi langsung dalam persiapan Free Fire World Series (FFWS) yang akan digelar di Jakarta. Kehadiran mereka bukan hanya memperkuat sisi hiburan, tetapi juga membawa identitas Indonesia lebih dekat dengan panggung esports dunia.
Pemerintah pun menyambut baik langkah tersebut. Melalui Kementerian Ekonomi Kreatif, kolaborasi ini dianggap sebagai momentum untuk memperkenalkan karya lokal pada khalayak internasional. Tidak hanya sekadar menjadi gimmick, tetapi juga bisa menunjukkan bahwa talenta kreatif Indonesia punya kualitas untuk bersaing di level global.
Baca Juga: Smartwatch Huawei Watch GT 6 Bakal Resmi 9 Oktober, Tawarkan Bonus TWS FreeBuds
Kolaborasi Seni dan Game
Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah kehadiran Guru Batik. Seniman ini dipercaya untuk merancang skin eksklusif Free Fire dengan sentuhan batik khas Indonesia. Skin tersebut kabarnya akan segera dirilis dan bisa dibeli oleh para penggemar, menjadi representasi langsung budaya lokal di dalam game battle royale populer ini.
Sementara itu, Weird Genius akan menghadirkan aransemen khusus untuk theme song Free Fire. Dengan gaya EDM yang menjadi ciri khas mereka, musik tersebut tidak hanya akan terdengar di menu game, tetapi juga siap diputar saat ajang FFWS berlangsung. Bagi Weird Genius, kesempatan ini menjadi pintu untuk memperluas karya mereka ke ranah global dengan basis audiens yang sangat luas.
Adapun Tahilalats dan Muklay dipercaya untuk membuat karya visual guna mempromosikan FFWS. Dengan karakter grafis yang unik dan populer di kalangan anak muda, keduanya diharapkan bisa membangun hype sebelum turnamen dimulai. Peran mereka memperlihatkan bagaimana seni digital Indonesia bisa tampil sejajar dengan industri hiburan global.
Dukungan Pemerintah dan Tantangan yang Menanti
Deputy Minister of Creative Economy, Irene Umar, menilai inisiatif ini bisa menjadi langkah besar untuk memadukan kultur lokal dengan dunia digital. Menurutnya, kolaborasi dengan Garena bisa memperluas pengenalan batik dan seni digital Indonesia ke kancah internasional. Hal ini juga menjadi bagian dari strategi ekonomi kreatif untuk mendorong industri lokal agar tidak hanya bertahan di dalam negeri, tetapi juga memiliki daya saing global.
Dari pihak Garena, Hans Saleh selaku Country Head menekankan bahwa game adalah medium yang tepat untuk menjembatani budaya dan teknologi. Menghadirkan unsur lokal ke dalam Free Fire dianggap sebagai cara efektif untuk membangun identitas, sekaligus memperkuat hubungan antara komunitas gamer dan budaya Indonesia.
Meski demikian, ada tantangan yang perlu dicatat. Di satu sisi, kolaborasi ini berpotensi memperluas eksposur seni Indonesia. Namun, di sisi lain, masih ada perdebatan apakah integrasi budaya lokal ke dalam game komersial bisa benar-benar membawa dampak signifikan bagi pengembangan seni itu sendiri, atau hanya sekadar menjadi strategi pemasaran.
Dengan kolaborasi ini, Indonesia tidak hanya hadir sebagai tuan rumah turnamen esports bergengsi, tetapi juga sebagai negara yang membawa nilai budaya ke dalamnya. Garena bersama para seniman lokal mencoba membuka jalan agar esports tidak hanya identik dengan kompetisi, tetapi juga menjadi panggung kreatif.
Bagi para seniman seperti Weird Genius, Muklay, Tahilalats, dan Guru Batik, kesempatan ini menjadi bukti bahwa karya mereka bisa menembus batas industri dan diapresiasi oleh audiens global. Namun, bagaimana dampaknya dalam jangka panjang bagi seni dan budaya Indonesia di dunia digital masih perlu ditunggu.
Artikel berjudul Karya Kreatif Indonesia Tampil di Panggung Esports Dunia Lewat Free Fire yang ditulis oleh Christopher Louis pertama kali tampil di Gizmologi.id
π Sumber: www.gizmologi.com
π TOPINDIATOURS Eksklusif gadget: Acer Cari Tim Terbaik untuk Tanding di APAC Pred
Jakarta, Gizmologi – Acer Indonesia melalui Predator Gaming mengumumkan pencarian tim esports terbaik untuk bisa bertanding di APAC Predator League 2026, Selasa (30/9). Tim yang dicari ialah yang memainkan game DOTA 2 dan Valorant.
βKomitmen Acer terhadap ekosistem esports nasional terus diperkuat melalui ajang ini. APAC Predator League hadir bukan hanya sebagai kompetisi, tetapi juga wadah bagi talenta muda untuk mengasah kemampuan,β ujar Leny Ng, President Director Acer Indonesia.
Tim yang nantinya terpilih akan mewakili Indonesia ke Grand Final Asia Pacific Predator League 2026. Di tahun ini menandai ketujuh kalinya Predator menyelenggarakan ajang esports.
Baca Juga: Acer Veriton GN100 AI Workstation Mini, Desktop Mungil untuk Pengembang AI
Hadiah Pemenang APAC Predator League 2026 Total Rp6,6 Miliar!
Turnamen APAC Predator League 2026 akan berlangsung di New Delhi, India, pada 10-11 Januari 2026 dengan total prize pool senilai USD400,000 atau setara dengan Rp6,6 miliar. Pendaftaran Indonesia Series untuk game DOTA 2 dan Valorant dibuka mulai 30 September hingga 26 Oktober 2025, dan gratis tanpa biaya apapun.
Sebelum ke turnamen inti, Acer menyelenggarakan Road to APAC Predator League 2026: Indonesian Series akan diawali dengan I-Cafe Attack dan Community Meet-up yang berlangsung pada 3β26 Oktober 2025 di 13 kota di seluruh Indonesia, yaitu Jakarta, Bogor, Bekasi, Depok, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Palembang, Medan, Samarinda, dan Makassar.
Gamers juga dapat mengikuti serunya kegiatan bersama komunitas dan kompetisi cosplay di empat kota, yaitu Jakarta melalui ajang Indonesia Game Expo (IGX) 2025, Bandung, Medan, dan Surabaya, serta kompetisi Tekken 8 yang memperebutkan hadiah menarik di lima kota, yaitu Palembang, Yogyakarta, Samarinda, Makassar, dan Madiun.
Sebanyak empat tim Valorant dan dua tim DOTA 2 akan lolos menjadi finalis dan mengukuhkan posisi untuk bertanding di Road to APAC Predator League 2026: Indonesian Series selama dua hari pada 15β16 November 2025. Acer Indonesia akan membawa dua tim terbaik dari Valorant dan dua tim terbaik dari DOTA 2 untuk mewakili Indonesia di Grand Final APAC Predator League 2026 yang akan berlangsung di India pada 11β12 Januari 2026, memperebutkan total hadiah senilai Rp6,6 miliar, dengan tim berasal dari 14 negara di kawasan Asia Pasifik.
Menambah semangat kompetisi, RRQ Valorant yang merupakan Brand Ambassador Predator Gaming Indonesia akan diundang untuk bertanding pada babak Final Indonesia, memberikan pengalaman yang semakin menarik bagi para penggemar esports. Pada turnamen Road to Asia Pacific Predator League 2026: Indonesian Series, Acer Indonesia menyiapkan total hadiah mencapai Rp250 juta bagi seluruh tim terbaik.
Dari total hadiah di grand final Predator League, tiap kategori game mendapatkan total hadiah yang berbeda. Pada game Valorant terdapat hadiah Rp108 juta, game DOTA 2 dengan total hadiah Rp60 juta, game Tekken 8 berhadiah total Rp42,5 juta dan cosplay competition berhadiah Rp39,5 juta.
Artikel berjudul Acer Cari Tim Terbaik untuk Tanding di APAC Predator League 2026 yang ditulis oleh Zihan Fajrin pertama kali tampil di Gizmologi.id
π Sumber: www.gizmologi.com
π€ Catatan TOPINDIATOURS
Artikel ini adalah rangkuman otomatis dari beberapa sumber terpercaya. Kami pilih topik yang sedang tren agar kamu selalu update tanpa ketinggalan.
β Update berikutnya dalam 30 menit β tema random menanti!