📌 TOPINDIATOURS Breaking gadget: Fujitsu dan NVIDIA Perkuat Kolaborasi untuk Bangu
Jakarta, Gizmologi – Fujitsu resmi mengumumkan perluasan kolaborasi strategis dengan NVIDIA untuk mengembangkan infrastruktur AI full-stack yang terintegrasi dengan AI agents. Langkah ini bertujuan membantu perusahaan-perusahaan meningkatkan daya saing melalui pemanfaatan AI, sambil tetap menjaga otonomi dalam penggunaannya. Inisiatif ini disebut sebagai bagian dari upaya Fujitsu mempercepat revolusi industri berbasis AI di Jepang dan kemudian meluas ke pasar global.
Kerja sama ini akan berfokus pada pengembangan platform AI agent khusus industri, seperti di sektor kesehatan, manufaktur, dan robotika. Fujitsu dan NVIDIA juga akan menciptakan infrastruktur komputasi AI yang menggabungkan CPU FUJITSU-MONAKA dengan GPU NVIDIA melalui teknologi NVLink Fusion. Kombinasi ini diklaim akan memungkinkan sistem AI yang mampu belajar dan berkembang secara mandiri, melampaui keterbatasan sistem komputasi umum yang ada saat ini.
Menurut Fujitsu, tujuan utama kolaborasi ini adalah menciptakan siklus kerja sama antara manusia dan AI yang dapat mendorong inovasi lintas industri. Dengan menggabungkan kemampuan pemrosesan cepat dari AI dengan kreativitas dan penilaian manusia, perusahaan berharap dapat menghadirkan solusi AI yang tidak hanya efisien, tetapi juga berkelanjutan bagi masyarakat global.
Baca Juga: Komdigi dan Indosat Latih ASN Muda Kuasai AI untuk Pelayanan Publik
Mendorong Transformasi Industri dengan Infrastruktur AI Penuh
Fujitsu menilai bahwa tantangan utama adopsi AI saat ini bukan hanya pada teknologi, tetapi juga biaya dan kompleksitas penerapan. Banyak perusahaan masih kesulitan mengimplementasikan sistem AI generatif secara efektif, terutama di luar lingkup perusahaan besar. Melalui kolaborasi ini, Fujitsu dan NVIDIA berupaya menurunkan hambatan tersebut dengan menciptakan ekosistem AI terbuka dan terintegrasi yang mudah diakses oleh berbagai sektor industri.
Dalam pernyataannya, Takahito Tokita, CEO Fujitsu, mengatakan bahwa kerja sama ini akan mempercepat transformasi bisnis berbasis AI di sektor perusahaan dan pemerintahan. “Dengan menggabungkan teknologi mutakhir dari kedua perusahaan, kami akan menghadirkan infrastruktur AI penuh yang dimulai dari sektor manufaktur, di mana Jepang menjadi pemimpin global,” ujarnya. Tokita juga menegaskan bahwa kemitraan ini akan diperluas ke bidang komputasi berkinerja tinggi dan penelitian kuantum di masa depan.
Sementara itu, Jensen Huang, CEO NVIDIA, menilai kolaborasi ini sebagai langkah penting dalam membangun fondasi revolusi industri AI global. “Fujitsu adalah pionir sejati dalam komputasi dan pemimpin terpercaya Jepang di bidang superkomputer, penelitian kuantum, dan sistem perusahaan,” kata Huang. “Bersama Fujitsu, kami menciptakan infrastruktur untuk mendorong era baru AI, baik di Jepang maupun di seluruh dunia.”
Fokus pada Tiga Pilar Utama Kolaborasi
Fujitsu dan NVIDIA menetapkan tiga fokus utama dalam kemitraan ini. Pertama adalah pengembangan platform AI agent yang mampu berevolusi secara mandiri. Platform ini akan dibangun menggunakan teknologi Fujitsu Kozuchi dan AI workload orchestrator, serta memanfaatkan platform NVIDIA Dynamo dan NVIDIA NeMo untuk mendukung kustomisasi AI sesuai kebutuhan industri seperti kesehatan dan manufaktur.
Kedua, kedua perusahaan akan mengembangkan infrastruktur komputasi generasi berikutnya dengan menggabungkan CPU FUJITSU-MONAKA dan GPU NVIDIA berperforma tinggi menggunakan NVLink Fusion. Sistem ini dirancang untuk mencapai kinerja setara zetascale computing, lengkap dengan dukungan perangkat lunak terintegrasi antara Fujitsu Arm dan NVIDIA CUDA. Dengan begitu, pelanggan akan mendapatkan solusi komputasi AI yang siap pakai, efisien, dan terstandarisasi.
Ketiga, Fujitsu dan NVIDIA akan membangun ekosistem mitra industri untuk mempercepat pengembangan dan penerapan AI agents di dunia nyata. Melalui kolaborasi lintas sektor, keduanya berencana menciptakan berbagai use case baru, mulai dari robotika, otomasi pabrik, hingga layanan publik, yang dapat memberikan dampak sosial nyata sekaligus memperkuat daya saing perusahaan di era digital.
Membangun Fondasi AI untuk Masa Depan Jepang
Ke depan, Fujitsu berharap kolaborasi ini menjadi dasar pembentukan fondasi digital berbasis AI di Jepang pada 2030. Dengan membangun ekosistem AI yang terbuka, adaptif, dan berorientasi industri, perusahaan menargetkan percepatan pertumbuhan pasar AI enterprise serta perluasan penerapannya ke berbagai bidang sosial.
Selain mendorong kemajuan industri, Fujitsu juga menekankan pentingnya aspek keberlanjutan dalam pengembangan teknologi AI. Pendekatan “manusia dan mesin” yang diusung dalam kerja sama ini diharapkan dapat menciptakan keseimbangan antara efisiensi dan tanggung jawab sosial.
Bagi NVIDIA, kemitraan ini menjadi bagian dari upaya memperluas pengaruhnya di Asia, terutama di sektor komputasi AI industri yang tengah berkembang pesat. Dengan infrastruktur bersama ini, kedua perusahaan ingin menunjukkan bahwa inovasi AI bukan hanya soal performa, tetapi juga tentang bagaimana teknologi dapat membantu manusia beradaptasi di era digital yang terus berubah.
Artikel berjudul Fujitsu dan NVIDIA Perkuat Kolaborasi untuk Bangun Infrastruktur AI Penuh dengan Agen Cerdas yang ditulis oleh Christopher Louis pertama kali tampil di Gizmologi.id
đź”— Sumber: www.gizmologi.com
📌 TOPINDIATOURS Eksklusif gadget: Langkah Samsung Kembangkan Talenta Digital Indon
Jakarta, Gizmologi – Selama lebih dari tiga dekade hadir di Indonesia, Samsung telah mendorong industri teknologi dalam negeri melalui inovasi, mulai smartphone, tablet, wearable, perangkat elektronik rumah tangga, monitor. Tak hanya berfokus pada kontribusi ekonomi, tetapi juga berinvestasi pada pengembangan generasi muda. Raksasa elektronik asal Korea Selatan tersebut memiliki dua program unggulan yaitu Samsung Solve for Tomorrow (SFT) dan Samsung Innovation Campus (SIC).
Melalui dua program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berfokus pada pelajar SMA/SMK/MA sampai Mahasiswa D3/D4/S1, Samsung memberikan pembekalan keahlian teknologi untuk menciptakan solusi nyata bagi masyarakat. SFT dan SIC sendiri adalah dua program CSR Samsung yang berfokus pada pengembangan talenta digital di Indonesia.
Menurut Bagus Erlangga, Head of Corporate Marketing Samsung Electronics Indonesia, perusahaan konsisten mendampingi perjalanan Indonesia menuju masyarakat digital. Program SIC dan SFT telah menjangkau ribuan pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah, memberi pengalaman langsung bagaimana teknologi bisa membawa perubahan positif di lingkungannya. “Ke depan, kami berkomitmen terus mendukung lahirnya talenta digital baru yang akan menjadi motor penggerak masa depan Indonesia,” ujar Bagus.
Samsung Innovation Campus
Samsung Innovation Campus (SIC) merupakan sebuah program edukasi yang memberikan pelatihan intensif di bidang teknologi masa depan seperti Coding dan Programming, IoT, dan AI kepada pelajar dan juga mahasiswa. Pada akhir program ini, para peserta dituntut untuk mempresentasikan hasil akhir dari pembelajaran mereka berupa prototype dari ide solusi yang memberikan dampak pada lingkungan di sekitar mereka.
Menyiapkan talenta digital masa depan sejak 2019, Samsung Innovation Campus hadir untuk membekali generasi muda dengan keterampilan digital yang relevan dengan kebutuhan industri, mulai dari Coding dan Programming, IoT, hingga AI. Program ini memadukan teori, praktik, mentoring, serta studi kasus yang diambil dari tantangan nyata dunia kerja. Sebagai bagian dari inisiatif global Samsung yang telah menjangkau 35 negara, SIC menjadi wadah penting lahirnya talenta digital baru.
Di Indonesia, jumlah peserta terus meningkat setiap tahun. Tidak hanya dari pelajar, para pengajar juga mendapat manfaat melalui program training of trainers yang memperkuat kapasitas pendidikan digital. Hingga 2025 ini, lebih dari 20.000 pelajar dan mahasiswa serta ratusan guru telah mengikuti SIC. Pendaftar Samsung Innovation Campus Batch 6 mendapat peningkatan sekitar 40% dibandingkan batch sebelumnya. Angka ini menunjukkan antusiasme pelajar dan juga mahasiswa yang memiliki keinginan untuk memiliki keterampilan digital.
Dari perjalanan ini lahir ratusan proyek inovatif, seperti solusi lingkungan berbasis IoT dan aplikasi edukasi berbasis AI. SIC juga memperkuat kolaborasi dengan institusi pendidikan, pemerintah, dan NGO, memastikan program ini berkelanjutan sekaligus memberi dampak nyata bagi ekosistem pendidikan digital Indonesia.
Sejalan dengan visi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), program ini dirancang untuk melahirkan inovator muda yang siap menghadapi tantangan global. Dengan adanya riset Samsung yang menunjukkan bahwa 78% generasi muda di Asia Tenggara telah memanfaatkan AI untuk pembelajaran, program ini bertujuan mengarahkan potensi besar tersebut untuk menghasilkan inovasi yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi Indonesia.
Samsung Solve for Tomorrow
Samsung Solve for Tomorrow (SFT) adalah sebuah kompetisi yang unik di mana pesertanya ditantang untuk menggunakan ilmu STEM (Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika) untuk membuat solusi inovatif dari masalah sosial yang ada di sekitar mereka. Dalam perjalanan program, para peserta juga dibekali pembelajaran AI amplification dan sesi mentoring yang diberikan oleh para karyawan Samsung dan para expert profesional dari partner operasional program.
Diluncurkan pada 2023, Solve For Tomorrow menjadi ruang pengembangan kapasitas lewat workshop design thinking, pendampingan mentor, hingga penerapan AI yang melatih peserta menjawab tantangan nyata di kehidupan sehari-hari. Pada tahun pertama, program ini diikuti 309 tim dengan 1.087 peserta, sekaligus mengantarkan Samsung meraih Platinum Award kategori Best Provision of Literacy and Education di ajang Global CSR & ESG Summit 2024.
Setahun kemudian, SFT memperluas partisipasi hingga ke mahasiswa D3, D4, dan S1. Dengan langkah ini, semakin banyak generasi muda mendapat kesempatan untuk berinovasi sekaligus memberi kontribusi langsung bagi masyarakat.
Antusiasme memuncak pada 2025 dengan 2.603 pendaftar dari seluruh Indonesia, dan 2.274 di antaranya lolos ke babak penyisihan. Peserta terbagi dalam dua tema utama, yaitu Environmental Sustainability via Technology yang diikuti 1.439 peserta, serta Social Change Through Sport & Tech yang diikuti 835 peserta. Dari sini, lahir ide-ide segar, mulai dari konversi limbah plastik menjadi listrik hingga inovasi sport-tech untuk membuka akses olahraga bagi perempuan dan penyandang disabilitas.
Karya inovatif peserta SFT & SIC
Pada 2024, SFT menghadirkan karya inovatif berbasis AI, seperti alat deteksi risiko sudden cardiac death Portable Kit D-Dimer Level Detector dari Tim Solyd Ias Universitas Brawijaya dan aplikasi pendeteksi karies gigi Dentalint dari Tim Cemerlang Universitas Gadjah Mada di kategori universitas. Sementara di kategori SMA, Tim Masetasia MAN Insan Cendekia Serpong berhasil menciptakan situs yang dapat mendeteksi gejala demensia dan tim SMAN 1 Sidoarjo yang membuat aplikasi penerjemah bahasa isyarat HandsTalk yang dapat menunjang komunikasi melalui Google Meet ataupun WhatsApp antara teman tuli dan teman dengar.
Dari sisi SIC, ide-ide praktis juga terus bermunculan. Pada SIC Batch 6, tim PawPal dari BINUS University merancang perangkat IoT dan AI untuk membantu anak-anak mengurangi waktu menatap layar dengan pendekatan gamifikasi. Sementara itu, tim Daely dari Universitas Bina Nusantara melalui Batch 5 meluncurkan AI and IoT-Based Drowsiness Detection System for Drivers yang mana inovasi ini mereka bawa ke tingkat internasional dan meraih Merit Award di ajang Asia Pacific ICT Alliance Awards (APICTA) 2024. Tim Daely membuat sebuah sistem deteksi kantuk berbasis AI dan IoT yang bertujuan meningkatkan keselamatan berkendara.
Berawal dari keinginan untuk membuat keselamatan di jalan lebih mudah diakses oleh semua orang, Daely berhasil menjadi yang terbaik di kompetisi Samsung Innovation Campus pada Batch 5 yang diikuti oleh 4.076 peserta. Mewakili Indonesia di panggung APICTA, tim ini mempresentasikan versi terbaru dari Daely di hadapan 27 tim dari 12 negara se-Asia Pasifik. Penghargaan ini tidak hanya menjadi bukti keberhasilan inovasi mereka, tetapi juga menandai momen membanggakan bagi Indonesia karena berhasil menunjukkan komitmen dalam menciptakan solusi teknologi yang berdampak nyata di kancah internasional.
Rangkaian karya ini menunjukkan bagaimana SFT dan SIC tidak hanya memberi ilmu, tetapi juga membentuk generasi muda sebagai problem-solver, mendorong para alumni program akan terus menjadi penggerak perubahan yang membawa Indonesia menuju masa depan digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Artikel berjudul Langkah Samsung Kembangkan Talenta Digital Indonesia, Dorong Ide Jadi Inovasi Teknologi yang ditu…
Konten dipersingkat otomatis.
đź”— Sumber: www.gizmologi.com
🤖 Catatan TOPINDIATOURS
Artikel ini adalah rangkuman otomatis dari beberapa sumber terpercaya. Kami pilih topik yang sedang tren agar kamu selalu update tanpa ketinggalan.
✅ Update berikutnya dalam 30 menit — tema random menanti!