📌 TOPINDIATOURS Update gadget: Trend Micro Tunjuk Fetra Syahbana untuk Pimpin Tran
Jakarta, Gizmologi – Trend Micro resmi menunjuk Fetra Syahbana sebagai Country Manager Trend Micro Indonesia, efektif per 15 September 2025. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat kehadiran lokal dan mempercepat transformasi keamanan digital di Indonesia, terutama di tengah meningkatnya kompleksitas ancaman siber di sektor publik dan industri.
Dengan lebih dari dua dekade pengalaman di dunia teknologi, Fetra dinilai memiliki perpaduan antara kemampuan teknis dan strategi bisnis yang dibutuhkan untuk memperkuat posisi Trend Micro di pasar nasional. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Head of Growth & Emerging Markets Nutanix ASEAN serta memegang posisi kepemimpinan di IBM Indonesia dan F5 Networks. Penunjukan ini juga menandai fokus Trend Micro pada pendekatan keamanan proaktif berbasis AI, sejalan dengan peluncuran teknologi Trend Vision One Agentic SIEM dan Digital Twin.
Melalui kehadiran Fetra, Trend Micro berkomitmen mendukung ekosistem keamanan di Indonesia dengan memperkenalkan solusi yang tidak hanya reaktif terhadap ancaman, tetapi mampu mendeteksi dan menganalisis potensi risiko sebelum menyerang sistem utama. Strategi ini dinilai penting mengingat transformasi digital nasional terus dipercepat oleh pemerintah dan sektor swasta.
Baca Juga: AMD dan OpenAI Sepakat Bangun Infrastruktur AI Generasi Baru Senilai 6 Gigawatt
Agentic SIEM
Salah satu fokus utama Trend Micro di bawah kepemimpinan Fetra adalah penerapan teknologi Agentic SIEM (Security Information and Event Management), sistem berbasis agentic AI yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional tim keamanan. Teknologi ini mengatasi tantangan klasik dalam SIEM, seperti banjir notifikasi (alert fatigue), kompleksitas analisis data, hingga biaya operasional tinggi.
Agentic SIEM memungkinkan sistem untuk berpikir dan bertindak secara otomatis. Dengan kemampuan belajar mandiri, sistem ini menyaring notifikasi yang tidak relevan dan menampilkan hanya ancaman yang benar-benar berisiko tinggi. Bagi banyak organisasi dengan sumber daya manusia terbatas di bidang keamanan, kemampuan otomatisasi seperti ini dapat memangkas waktu investigasi dari hitungan minggu menjadi jam.
Lebih jauh, pendekatan proaktif Trend Micro dianggap penting di tengah peningkatan serangan siber terhadap lembaga pemerintah, perbankan, dan industri energi di kawasan Asia Tenggara. Dengan SIEM berbasis AI, perusahaan dapat berpindah dari pola kerja reaktif ke prediktif, memungkinkan mitigasi ancaman sebelum dampak meluas ke infrastruktur kritikal.
Digital Twin dan Masa Depan Keamanan Prediktif
Selain SIEM, Trend Micro juga memperkenalkan teknologi Digital Twin untuk menciptakan simulasi real-time atas infrastruktur keamanan suatu organisasi. Dengan sistem ini, tim keamanan dapat melakukan pengujian terhadap berbagai skenario serangan secara aman di lingkungan virtual, tanpa mengganggu sistem produksi.
Pendekatan ini memungkinkan organisasi untuk “melatih” sistem mereka terhadap potensi ancaman di masa depan, sekaligus menilai efektivitas kebijakan keamanan yang diterapkan. Di tengah meningkatnya adopsi AI dan IoT di sektor publik, Digital Twin dinilai dapat membantu perusahaan menghadapi tantangan keamanan pada sistem yang saling terhubung.
Menurut Fetra, strategi keamanan siber di Indonesia tidak bisa lagi bergantung pada pendekatan tradisional. “Kita harus bergerak menuju sistem yang mampu mendeteksi, memprediksi, dan merespons ancaman dengan kecepatan yang sama—bahkan lebih cepat—daripada pelaku ancaman itu sendiri,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa teknologi seperti Agentic SIEM dan Digital Twin bukan sekadar inovasi, melainkan paradigma baru dalam membangun resiliensi digital nasional.
Tantangan dan Prospek Keamanan Siber di Indonesia
Meski solusi berbasis AI membawa efisiensi, sejumlah pakar keamanan tetap menyoroti tantangan baru yang muncul, terutama terkait ketersediaan sumber daya manusia dan kesiapan regulasi di Indonesia. Penerapan sistem otomatisasi berbasis AI membutuhkan tenaga ahli yang memahami cara kerja serta batasan teknologi agar tidak menimbulkan risiko baru.
Namun, langkah Trend Micro dinilai sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang mendorong penguatan keamanan siber nasional dan adopsi AI yang etis. Indonesia sendiri tengah gencar mengembangkan ekosistem digital yang aman dan berdaya saing global, sehingga kolaborasi antara perusahaan swasta dan regulator menjadi kunci keberhasilan transformasi ini.
Ke depan, Trend Micro berharap dapat memperluas kerja sama dengan berbagai sektor, mulai dari keuangan, pemerintahan, hingga manufaktur. Dengan kombinasi AI, simulasi, dan pendekatan keamanan kontekstual, perusahaan ini ingin membawa paradigma baru di mana keamanan tidak lagi menjadi beban operasional, melainkan investasi strategis untuk pertumbuhan bisnis.
Artikel berjudul Trend Micro Tunjuk Fetra Syahbana untuk Pimpin Transformasi Keamanan Siber di Indonesia yang ditulis oleh Christopher Louis pertama kali tampil di Gizmologi.id
đź”— Sumber: www.gizmologi.com
📌 TOPINDIATOURS Hot gadget: WhatsApp Siapkan Sistem Username, Tak Lagi Wajib Bagik
Jakarta, Gizmologi – WhatsApp dikabarkan mempersiapkan perubahan besar dalam sistem identifikasinya. Setelah lebih dari satu dekade bergantung pada nomor telepon sebagai identitas utama pengguna, WhatsApp kini akan menghadirkan fitur username sebagai alternatif. Fitur ini sudah lama tersedia di aplikasi pesaing seperti Telegram dan Signal, dan diharapkan akan meningkatkan tingkat privasi serta kenyamanan pengguna.
Dalam pembaruan beta terbaru untuk Android, pengguna kini bisa melihat opsi baru di menu pengaturan yang memungkinkan mereka untuk mendaftarkan dan memesan username sebelum sistem ini resmi diluncurkan secara global. Artinya, pengguna yang aktif di versi beta memiliki kesempatan untuk mengamankan nama pengguna yang mereka inginkan lebih awal. Namun, tanpa memonopoli nama populer secara tidak adil. WhatsApp disebut akan memastikan sistem ini diluncurkan secara terukur dan adil, agar tidak ada pihak yang memanfaatkan celah seperti yang pernah terjadi di platform lain.
Langkah ini dipandang sebagai evolusi alami bagi WhatsApp. Dengan semakin banyak pengguna yang menggunakan aplikasi ini untuk komunikasi bisnis, komunitas, maupun personal, sistem berbasis nomor telepon mulai terasa terbatas. Melalui username, pengguna bisa tetap berkomunikasi tanpa harus membagikan nomor pribadi mereka memberikan tingkat anonimitas dan keamanan yang lebih baik di dunia digital yang semakin terbuka.
Baca Juga: Google Hadirkan Gemini ke Google TV, Gantikan Google Assistant
Bagaimana Sistem Username WhatsApp?
Mekanisme penggunaan username di WhatsApp kabarnya akan cukup sederhana. Berdasarkan informasi dari versi beta Android terbaru, username dapat berisi huruf kecil, angka, titik, dan garis bawah, namun tidak boleh dimulai dengan “www.” dan wajib mengandung minimal satu huruf. Meskipun tampak sepele, aturan ini diterapkan untuk menjaga konsistensi dan mencegah penyalahgunaan format yang berpotensi menyerupai alamat situs web atau merek dagang tertentu.
Selain sebagai identitas alternatif, sistem username juga akan membawa dampak besar terhadap privasi pengguna. Selama ini, salah satu kekhawatiran utama di WhatsApp adalah keharusan membagikan nomor pribadi kepada orang yang baru dikenal, entah itu untuk urusan bisnis, komunitas, atau transaksi online. Dengan username, pengguna bisa berinteraksi tanpa membuka identitas kontak pribadi mereka, mirip dengan cara Telegram menjaga anonimitas antar pengguna.
Meski demikian, perubahan ini juga berpotensi menimbulkan tantangan baru, terutama dalam hal keamanan dan penyalahgunaan identitas. Platform lain yang sudah lebih dulu menggunakan sistem username, seperti Telegram dan Discord, pernah menghadapi masalah akun palsu atau impersonasi. Karena itu, WhatsApp kemungkinan akan menerapkan sistem verifikasi tambahan, misalnya verifikasi dua langkah atau pengaitan dengan nomor telepon yang tetap aktif di latar belakang.
Dampak Bagi Pengguna dan Arah Masa Depan WhatsApp
Hadirnya sistem username ini bukan sekadar pembaruan fitur, melainkan bagian dari strategi besar Meta untuk menjadikan WhatsApp lebih terbuka namun tetap aman. Dengan memperluas cara pengguna bisa berinteraksi tanpa nomor telepon, WhatsApp tampak ingin mengimbangi fleksibilitas yang ditawarkan oleh Telegram, yang kini menjadi salah satu pesaing terkuat dalam kategori aplikasi pesan global.
Bagi pengguna, perubahan ini bisa membawa keuntungan nyata dalam hal kenyamanan. Mereka bisa tetap menjaga hubungan dengan rekan kerja, komunitas hobi, atau pelanggan tanpa perlu membagikan nomor pribadi. Sementara itu, bagi pelaku bisnis kecil dan kreator digital, fitur username bisa menjadi alat branding baru yang memudahkan identifikasi akun tanpa melibatkan data pribadi.
Namun, hingga kini WhatsApp belum memberikan jadwal resmi peluncuran fitur ini. Berdasarkan pola perilisan fitur sebelumnya, kemungkinan besar sistem username akan hadir secara bertahap dalam beberapa bulan mendatang, dimulai dari pengguna beta sebelum akhirnya tersedia untuk publik. Jika implementasinya berjalan mulus, sistem ini berpotensi menjadi salah satu pembaruan paling signifikan dalam sejarah WhatsApp sejak peluncuran fitur “Communities” dan “Channels” beberapa waktu lalu.
Meski di atas kertas sistem username terdengar seperti solusi ideal, ada sejumlah hal yang masih perlu diperhatikan. Pertama, WhatsApp perlu memastikan bahwa penerapan sistem baru ini tidak menimbulkan kebingungan bagi pengguna awam yang sudah terbiasa menggunakan nomor telepon sebagai identitas. Edukasi pengguna akan menjadi kunci, terutama di pasar besar seperti Indonesia di mana WhatsApp digunakan lintas generasi.
Kedua, aspek keamanan tetap menjadi perhatian utama. Karena WhatsApp beroperasi dengan enkripsi end-to-end, penambahan sistem username tidak boleh melemahkan lapisan keamanan tersebut. Selain itu, mekanisme pemulihan akun jika username diretas atau disalahgunakan juga harus jelas dan mudah diakses.
Artikel berjudul WhatsApp Siapkan Sistem Username, Tak Lagi Wajib Bagikan Nomor Telepon yang ditulis oleh Christopher Louis pertama kali tampil di Gizmologi.id
đź”— Sumber: www.gizmologi.com
🤖 Catatan TOPINDIATOURS
Artikel ini adalah rangkuman otomatis dari beberapa sumber terpercaya. Kami pilih topik yang sedang tren agar kamu selalu update tanpa ketinggalan.
✅ Update berikutnya dalam 30 menit — tema random menanti!