TOPINDIATOURS Hot gadget: ROG Pelta White Resmi Dikenalkan, Siap Jadi Headset Gaming Serba

📌 TOPINDIATOURS Hot gadget: ROG Pelta White Resmi Dikenalkan, Siap Jadi Headset Ga

Jakarta, Gizmologi – ROG kembali memperluas lini periferalnya lewat peluncuran ROG Pelta White, headset gaming nirkabel dengan konsep tri-mode connection yang menyasar gamer di berbagai platform. Produk ini bukan hanya menawarkan fleksibilitas koneksi, tapi juga menonjol lewat desain ergonomis yang diklaim nyaman untuk sesi bermain panjang. Dengan bobot hanya 309 gram, ROG tampak ingin menyeimbangkan antara performa suara, daya tahan baterai, dan kenyamanan fisik pengguna.

Sebagai brand yang identik dengan produk berorientasi performa tinggi, ROG Pelta White di segmen “premium tapi tetap accessible.” Headset ini hadir dengan driver 50 mm berlapis titanium, mikrofon super-wideband 10 mm yang bisa dilepas, serta daya tahan baterai hingga 60 jam dalam mode 2.4 GHz. Sekilas, angka-angka ini memang menggoda.

Sebagai perangkat dengan harga ritel sekitar EUR 149,90 (sekitar Rp2,6 juta, dan ini belum harga resmi di Indonesia), ROG Pelta White berada di tengah persaingan ketat. Ia harus bersaing langsung dengan Logitech G Pro X Wireless, SteelSeries Arctis Nova 7, dan HyperX Cloud Alpha Wireless  yang sudah lebih dulu dikenal karena kualitas suara dan kenyamanannya. Dengan reputasi ROG di dunia gaming, ROG Pelta White tentu membawa ekspektasi tinggi. Tapi di sisi lain, gamer kini juga semakin kritis terhadap nilai sebenarnya dari produk baru yang diklaim “inovatif”.

Baca Juga: Sony Dikabarkan Uji Fitur Cross-Buy untuk Sinkronisasi Game PS5 dan PC

Desain Ergonomis dan Fleksibilitas Tiga Mode

Salah satu keunggulan utama ROG Pelta White adalah fleksibilitas koneksinya. Headset ini mendukung Bluetooth, 2.4 GHz RF dengan teknologi ROG SpeedNova (yang menjanjikan latensi sangat rendah), serta kabel USB-C untuk koneksi kabel langsung. Fleksibilitas ini memungkinkan headset digunakan lintas platform dari PC dan Mac, hingga PlayStation, Nintendo Switch, dan perangkat mobile. Bagi gamer yang sering berpindah perangkat, fitur ini jelas menjadi nilai tambah yang signifikan.

Dari sisi desain, ROG Pelta memang sudah melakukan sejumlah pembaruan yang layak diapresiasi. Bentuk ear cup kini lebih oval dan lebih besar, dilapisi material kain bernapas untuk mengurangi tekanan di kepala saat digunakan dalam waktu lama. Headband-nya sendiri menggunakan sistem tiga tahap elastis yang bisa disesuaikan, mirip pendekatan pada headset profesional seperti Arctis atau Sony InZone. Secara ergonomis, bobot 309 gram membuat Pelta White tergolong ringan untuk kelas headset nirkabel ideal bagi gamer yang sering bermain dalam sesi panjang.

Meski demikian, desain “all-white” yang diusung juga punya konsekuensi: warna putih cenderung mudah kotor dan bisa menampilkan noda dari tangan atau rambut setelah pemakaian intensif. Belum lagi, meskipun ROG menekankan pada kenyamanan, penggunaan bahan kain juga bisa menjadi tantangan untuk perawatan jangka panjang, terutama bagi pengguna di iklim lembap seperti Indonesia. Jadi, meskipun tampil elegan, perawatan ekstra jelas diperlukan agar headset ini tetap terlihat prima.

Kualitas Suara, Mikrofon, dan Daya Tahan

ROG melengkapi Pelta White dengan driver 50 mm berlapis titanium yang diklaim menghasilkan suara seimbang di rentang frekuensi 20 Hz – 20 kHz. Dari sisi teknis, ini seharusnya mampu menghadirkan detail bass dan treble yang jelas tanpa distorsi. ROG menyebut bahwa headset ini mengusung “balanced sound signature” yang artinya, tidak menonjolkan bass berlebihan seperti pada headset gaming mainstream. Pendekatan ini cukup menarik, karena bisa membuat Pelta White lebih fleksibel untuk berbagai kebutuhan, termasuk mendengarkan musik atau menonton film.

Untuk komunikasi, headset ini dilengkapi mikrofon boom 10 mm super-wideband yang dapat dilepas, dengan indikator lampu untuk status aktif. Dari sisi spesifikasi, mikrofon ini menjanjikan kejernihan suara tinggi untuk komunikasi dalam game kompetitif atau streaming. Namun, tanpa adanya fitur active noise cancellation (ANC) atau peredam bising berbasis AI seperti yang ditawarkan beberapa kompetitor, performanya masih perlu dibuktikan lewat pengujian langsung  terutama dalam kondisi lingkungan ramai.

Soal baterai, ROG Pelta White menjanjikan hingga 60 jam penggunaan (tanpa RGB aktif) dan dukungan pengisian cepat 15 menit untuk 3 jam pemakaian. Angka ini jelas impresif untuk headset nirkabel. Namun, seperti kebanyakan perangkat gaming, klaim daya tahan baterai ini biasanya didasarkan pada pengujian ideal  yang bisa jauh berkurang dalam pemakaian sebenarnya, apalagi jika gamer sering berpindah koneksi antara mode Bluetooth dan 2.4 GHz.

ROG Pelta White hadir sebagai headset gaming serbaguna yang menyeimbangkan performa, kenyamanan, dan fleksibilitas koneksi. Desainnya ringan, daya tahan baterainya impresif, dan dukungan lintas platform membuatnya relevan bagi gamer modern. Namun, di tengah persaingan ketat di kelas harga dua jutaan, tantangannya ada pada pembuktian kualitas suara dan mikrofon di dunia nyata.

Tanpa fitur ANC atau dukungan audio spatial eksklusif, ROG perlu memastikan bahwa pengalaman pengguna benar-benar sesuai dengan reputasi “Republic of Gamers” yang sudah terlanjur tinggi. Jika bisa membuktikan hal itu, Pelta White berpotensi jadi alternatif menarik di pasar headset gaming premium yang mulai terasa jenuh.

Artikel berjudul ROG Pelta White Resmi Dikenalkan, Siap Jadi Headset Gaming Serbaguna dengan Desain Ringan yang ditulis oleh Christopher Louis pertama kali tampil di Gizmologi.id

đź”— Sumber: www.gizmologi.com


📌 TOPINDIATOURS Breaking gadget: Desain OPPO Reno 15 Resmi Diungkap, Siap Debut di

Jakarta, Gizmologi – Meski belum genap empat bulan dijual secara resmi di Indonesia, OPPO nyatanya telah mengembangkan generasi berikutnya untuk Reno Series. Bahkan sudah siap meluncurkannya pekan depan, dan resmi mengungkap tampilan desain OPPO Reno 15 Series. Kembali hadir dalam dua varian, memiliki opsi warna berbeda dan aksen yang tidak seperti dua generasi sebelumnya.

Ya, bila Gizmo friends ingat, baik OPPO Reno 13 & Reno 14 Series sama-sama hadir dengan opsi warna khusus, menampilkan desain mermaid pada permukaan bodi belakangnya, yang bisa berubah-ubah intensitas warnanya ketika terkena cahaya di sekitar. Bahasa desain OPPO Reno 15 bisa dibilang masih dibuat serupa, namun dengan sejumlah perbedaan kecil.

Sebelumnya, OPPO telah meresmikan Find X9 Series yang hadir dengan perubahan desain, termasuk modul kamera yang sejatinya semakin dibuat mirip Reno Series dengan bentuk persegi yang diletakkan di sisi kiri atas bodi belakangnya. Menariknya, desain OPPO Reno 15 Series bakal lebih mirip flagship terbaru, terutama di sisi depan. Karena membawa teknik desain serupa.

Baca juga: Resmi Diumumkan, Harga OPPO Find X9 Series di Indonesia Mulai Rp17 Jutaan

Desain OPPO Reno 15 Series Membawa Corak Baru

Ya, yang spesial dari desain OPPO Reno 15 Series tidak hanya pada sisi belakangnya saja. Di sisi depan, OPPO akhirnya membawa tepian bezel 1,15mm ke Reno Series terbaru. Hal ini tentu akan membuat tampilan dari sisi depan terlihat jauh lebih berkelas, terutama untuk smartphone yang dibanderol pada segmen kelas menengah.

Selain bezel yang sangat ramping, ketebalannya dibuat simetris di keempat sisi tepinya, alias bagian bawah juga dibuat sama tipis. Layar OPPO Reno 15 Series bakal gunakan permukaan flat, dan kabarnya bakal punya dua ukuran berbeda dibandingkan generasi sebelumnya, dimulai dari 6,3 inci yang sebelumnya sempat digadang sebagai Reno 15 Pro Mini.

Bila memang benar, maka OPPO nampak mengikuti langkah yang diterapkan oleh vivo lewat seri flagship-nya, di mana X300 standar mengusung layar 6,31 inci, sementara X300 Pro mencapai 6,78 inci. Dan ini tentu bakal hadir sebagai angin segar, terutama untuk konsumen yang mendambakan smartphone dalam desain lebih kompak, namun tidak memiliki bujet cukup untuk membeli flagship.

Klik untuk melihat slideshow

 

Masih menyoal desain OPPO Reno 15 Series, bagian modul kamera nampak ada sedikit perubahan. Di mana sensor ketika dan lampu kilat tak lagi memiliki aksen penyambung khusus, sementara di bawah kanan modul kamera memiliki teks cetak baru, “Reno AI Camera”. Peletakkan ketiga kameranya masih serupa, dan baik OPPO Reno 15 standar maupun Pro sama-sama akan tersedia dalam warna utama “Starlight Bow” dengan aksen bowtie terbaru.

OPPO Reno 15 bakal tersedia juga dalam dua warna lainnya yakni Aurora Blue dan Canele Brown, sementara Reno 15 Pro dnegan warna Honey Gold dan Canele Brown. Bodi smartphone juga bakal tetap membawa proteksi tinggi IP69, serta dikabarkan siap mengusung bingkai berbahan metal.

Bakal Mengusung Sensor Kamera 200MP

Selain desain OPPO Reno 15, bocoran terkait spesifikasinya juga mulai bermunculan. Kabarnya, kamera OPPO Reno 15 Series siap mengusung sensor utama 200MP, yang disematkan sebagai sensor telefoto milik Find X9 Pro. Jika memang benar, maka sensor yang digunakan adalah ISOCELL HP9, yang memang memiliki dimensi fisik sensor cukup besar.

Sisanya adalah sensor telefoto 50MP, dan ultra-wide yang berbeda resolusi antara varian standar dan Pro—bila memang dibuat mirip seperti generasi sebelumnya. Menariknya lagi, untuk bagian dapur pacu, kini keduanya tak lagi dibedakan. Alias bakal sama-sama mengusung cip Dimensity 8450 dari MediaTek yang tergolong powerful di segmennya.

OPPO juga menyiapkan kapasitas baterai besar, melampaui 6000 mAh untuk keduanya, plus dukungan fast charging setidaknya 80W. Siap diresmikan 17 November di China, mari kita nantikan kehadirannya secara resmi di Indonesia pada akhir tahun atau awal tahun 2026 mendatang.

Artikel berjudul Desain OPPO Reno 15 Resmi Diungkap, Siap Debut di China 17 November yang ditulis oleh Prasetyo Herfianto pertama kali tampil di Gizmologi.id

đź”— Sumber: www.gizmologi.com


🤖 Catatan TOPINDIATOURS

Artikel ini adalah rangkuman otomatis dari beberapa sumber terpercaya. Kami pilih topik yang sedang tren agar kamu selalu update tanpa ketinggalan.

✅ Update berikutnya dalam 30 menit — tema random menanti!