TOPINDIATOURS Hot gadget: Nintendo Switch 2 Akan Segera Menghadirkan Cartridge Game Lebih

πŸ“Œ TOPINDIATOURS Eksklusif gadget: Nintendo Switch 2 Akan Segera Menghadirkan Cartr

Jakarta, Gizmologi –Β Beredar rumor bahwa Nintendo tengah menggodok produk catridge dengan ukuran memori simpan lebih keciluntuk rilis di Switch 2. Proyek baru ini dijalankan sebagai solusi agar publisher punya alternatif lebih murah. Sekaligus opsi ketiga antara catridge 64GB dan Game-Key Cards yang selama ini dikeluhkan konsumen.

Kemungkinan adanya cartridge baru setelah publisher ININ Games mengkonfirmasi menghadirkan cartridge fisik baru pada game R-Type Dimensions III. Kehadiran produk ini dilakukan untuk mengurangi biaya manufaktur yang tinggi. Sementara di sisi lain, kode lisensi pada Game-Key Card dianggap tidak cukup efektif, karena konsumen tidak mendapatkan rilisan fisik yang layak.

Dikutip dari blog Iningames, mereka menyatakan, “Dua hari lalu Nintendo mengumumkan dua cartridge berukuran lebih kecil untuk Nintendo Switch 2.” Sebuah pernyataan jelas bahwa rilisan fisik akan kembali jadi agenda utama dalam bisnis mereka.

Wilayah pertama yang merasakan rilisan fisik antara lain Eropa dan Amerika Utara. Meski demikian untuk rilisan harga retail dan edisi spesial masih berada di kisaran harga 10 Euro karena biaya produksi yang masih terhitung tinggi. Meski terhitung masih mahal, tapi juga sebenarnya lebih murah dari kebanyakan game dengan cartridge saat ini di rentang 15 Euro.

Selebihnya pihak publisher berterima kasih kepada komunitas yang terus mendiskusikan perlunya game yang dirilis hadir dalam bentuk cartridge fisik dan bukan cuma kartu ‘kunci’ saja.

Baca juga: Sucker Punch Masuk Era Baru di Bawah Kepemimpinan Jason Connell dan Adrian Bentley

Cartridge Game Nintendo Switch 2 Mahal Karena Biaya Produksi

R-Type Dimensions III jadi yang pertama hadir dengan cartridge lebih kecil?

Nintendo memang punya kebijakan tidak biasa untuk rilis game di Switch 2. Perusahaan hanya memberikan pilihan berupa, membeli cartridge game dengan harga mahal, atau membeli game-key card yang relatif lebih murah tapi hanya berisi ‘kunci’ saja. Konsumen tetap perlu akses digital sepenuhnya untuk memainkan game tersebut.

Mahalnya harga cartridge Switch 2 tidak lepas dari biaya produksi tiap unit. Karena miliki kapasitas memori lebih besar (64GB) untuk mengakomodasi game yang lebih berat dengan visual lebih baik. Diperlukan biaya di kisaran Rp400 – Rp700 ribu per judul game. Dengan harga akhir yang relatif tinggi ketika sampai di tangan konsumen.

Game seperti Mario Kart World punya perbedaan harga jual antara rilisan fisik dan hanya rilisan kunci lisensi saja. Perbedaannya bisa menyentuh angka US$10, karena konsumen ingin agar game yang mereka beli sepenuhnya dapat dikoleksi tanpa bergantung dengan sistem dari Nintendo. Situasi inilah yang semestinya jadi pertimbangan Nintendo maupun publisher lain agar dapat merilis edisi fisik dengan harga lebih terjangkau.

Gamer masih menginginkan membeli fisik karena rasa kepemilikan total bagi mereka. Sementara itu edisi game-key kurang menarik, terutama bila konsumen ingin menjual game-nya ke pihak lain dan sebaliknya.

 

Artikel berjudul Nintendo Switch 2 Akan Segera Menghadirkan Cartridge Game Lebih Murah? yang ditulis oleh Ronggo pertama kali tampil di Gizmologi.id

πŸ”— Sumber: www.gizmologi.com


πŸ“Œ TOPINDIATOURS Update gadget: Grab Rilis 25 Hits of 2025, Acuan untuk Inovasi dan

Jakarta, Gizmologi –Β Tak mau kalah dengan brand lain, Grab pun turut melakukan riset dari aplikasi mereka terkait dengan kebiasaan pengguna yang berlangsung sepanjang tahun 2025. Hasilnya adalah 25 Hits of 2025, sebuah laporan yang merangkum tren dan wawasan tentang perilaku konsumen dalam layanan pesan-antar sepanjang tahun di Indonesia.

Dalam laporan ini, perusahaan menyoroti soal kebiasaan makan, belanja, dan gaya hidup masyarakat yang berkembang, seiring dengan semakin luasnya akses layanan aplikasi hingga ke berbagai kota di Indonesia. Data yang masuk bukan sekadar jadi laporan, tapi digunakan untuk mendorong inovasi dan pemerataan akses kuliner digital dalam model bisnis perusahaan.

“Peran layanan pesan-antar di Grab pada tahun ini semakin dipertegas dengan perluasan akses layanan dan pembaruan fitur Grab yang semkin beragam dan relevan. Hal ini dapat terlihat dengan adanya pertumbuhan transaksi, kebiasaan baru masyarakat dalam menikmati makanan, serta dampak langsung yang dirasakan UMKM kuliner di berbagai daerah,” ungkap Melinda Savitri, Country Marketing & Communication Head, Grab Indonesia.

Memang sepanjang tahun 2025, pertumbuhan layanan GrabFood tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi juga semakin kuat di berbagai daerah. Salah satunya, Jayapura mencatat pertumbuhan pengguna tertinggi hingga 53%, disusul Mamuju (32%), Palangkaraya (26%), dan Yogyakarta (26%). Sementara itu, kota-kota lain seperti Pangkal Pinang, Pematang Siantar, Prabumulih, dan Aceh juga mencatat pertumbuhan di atas 15%. Tren ini mencerminkan semakin luasnya akses layanan pesan antar serta peran aplikasi dalam mendorong pemerataan ekonomi digital di berbagai wilayah Indonesia.

Baca juga: Grab Rekrut Ribuan Mitra Baru, Terjamin BPJS Ketenagakerjaan

Laporan Grab, Fitur Digital Menyesuaikan Gaya Hidup

Melinda yakin bahwa kolaborasi strategis merchant dan driver jadi kunci perluasan manfaat layanan.Β 

Pemanfaatan fitur layanan sepanjang 2025 turut mencerminkan gaya hidup masyarakat yang semakin beragam. Penggunaan Group Order meningkat 191%, menunjukkan kembalinya interaksi sosial melalui kebiasaan makan bersama di lingkungan kerja, kampus, maupun keluarga. Di saat yang sama, transaksi Dine Out tumbuh 151%, didukung semakin banyaknya merchant yang bergabung (85%) dan minat konsumen untuk menikmati pengalaman makan langsung di restoran dengan harga terjangkau.

Perusahaan juga menghadirkan itur Discover yang dapat membantu pengguna menjelajahi rekomendasi kuliner yang relevan, dengan hashtag #PetualanganKuliner menjadi yang paling banyak digunakan dan menjadi ruang eksplorasi kuliner yang paling aktif. Sementara itu, jumlah pelanggan GrabUnlimited meningkat 11%, menegaskan tingginya kebutuhan konsumen akan solusi hemat dalam aktivitas harian.

β€œVisi utama Grab adalah memastikan bahwa setiap layanan kami selalu relevan dengan kebutuhan pengguna, seiring dengan berkembangnya perilaku konsumen. Kami percaya, kolaborasi strategis antara mitra merchant dan driver, didukung dengan penerapan teknologi adaptif, merupakan kunci perluasan manfaat layanan pesan-antar, yang kami harap dapat memudahkan pemenuhan kebutuhan pengguna aplikasi Grab di Indonesia,” tutup Melinda.

Artikel berjudul Grab Rilis 25 Hits of 2025, Acuan untuk Inovasi dan Peningkatan Layanan di Masa Mendatang yang ditulis oleh Ronggo pertama kali tampil di Gizmologi.id

πŸ”— Sumber: www.gizmologi.com


πŸ€– Catatan TOPINDIATOURS

Artikel ini adalah rangkuman otomatis dari beberapa sumber terpercaya. Kami pilih topik yang sedang tren agar kamu selalu update tanpa ketinggalan.

βœ… Update berikutnya dalam 30 menit β€” tema random menanti!